Postingan Terbaru

Analisis Lengkap Final UEFA Nations League 2025: Portugal Kalahkan Spanyol Lewat Adu Penalti

Berikut artikel analisis mendalam mengenai hasil final UEFA Nations League antara Portugal dan Spanyol (Senin, 02:00 WIB):


⚽ Ringkasan Hasil


Skor akhir: 2–2 setelah perpanjangan waktu, Portugal menang 5–3 lewat adu penalti .


Pemenang: Portugal menjadi tim pertama yang memenangkan UEFA Nations League dua kali .



🧠 Kronologi & Momen Penting


1. Keunggulan Spanyol


Martin Zubimendi mencetak gol di menit ke-21 setelah pertahanan Portugal gagal menyapu umpan Lamine Yamal .



2. Gol Balasan Mendes


Nuno Mendes merespons cepat (menit ke-26) lewat tembakan kuat dari luar kotak penalti .



3. Spanyol Unggul Lagi


Mikel Oyarzábal mengonversi asis dari Pedri pada menit ke-45, membawa Spanyol kembali unggul .



4. Gol Penentu Ronaldo


Cristiano Ronaldo menyamakan skor pada menit ke-61 lewat volleynya—gol internasional ke-138 dan torehan ketiganya di Nations League .



5. Ekstra Waktu & Adu Penalti


Babak tambahan berjalan tanpa gol; Portugal unggul di adu penalti setelah Morata gagal dan Neves menyelesaikan dengan sempurna .



📉 Faktor-faktor Kekalahan Spanyol


1. Adaptasi Taktikal & Pengaruh Cadangan


Portugal melakukan perubahan di babak kedua dengan memasukkan Rúben Neves (menyokong keseimbangan lini tengah) dan Rafael Leão (menambah daya serang di extra time) .

Spanyol cenderung mempertahankan formasi awal—minim perubahan—di tengah perubahan permainan drastis dari Portugal .



2. Dominasi Lini Sayap & Peran Mendes


Nuno Mendes tampil gemilang sebagai lateral yang seimbang: menyerang dan bertahan. Ia sukses meredam ancaman dari Lamine Yamal dan terus menekan di depan .

Yamal, yang tampil baik di semifinal, kurang efektif karena terus dikawal ketat .



3. Kedewasaan vs Kepiawaian Muda


Pengalaman Ronaldo (40 tahun) terbukti krusial dalam menahan tekanan mental saat momen penting, khususnya di adu penalti .

Usia rata-rata pemain Spanyol (25 tahun) mencerminkan banyaknya wajah muda—yang meskipun menjanjikan, mengalami tekanan dalam momen krusial .



4. Mentalitas Juara & Kekuatan Psikologis


Roberto Martínez menekankan ketahanan mental (“resilient character”) Portugal yang tetap tangguh setelah tertinggal dan tampil solid hingga penalti .

Sebaliknya, Spanyol terlihat goyah setelah kemunculan perubahan permainan dari lawan, menyebabkan serangan mereka meredam di extra time.



5. Eksekusi Adu Penalti & Sosok Costa


Penaltinya Spanyol—kunci: Alvaro Morata hingga gagal dieksekusi.


Penyelamatan vital dari Diogo Costa memberi keunggulan krusial Portugal .


🔍 Kesimpulan


Portugal memenangi duel ini karena performa taktik yang matang, rotasi pemain yang efektif, dan tokoh pengalaman seperti Ronaldo dan Costa di momen kunci.


Spanyol tampil agresif dan dominan terutama di babak pertama, namun tertinggal oleh kedewasaan Portugal dan minimnya taktik rotasi yang mengakibatkan mereka kehabisan opsi saat duel panjang.


🏅 Rangkuman Kunci


Taktik

Portugal : Rotasi tepat & keseimbangan kuat

Spanyol : Minim perubahan, tergantung XI awal


Eksekusi di Adu Penalti

Portugal : Sempurna, ibarat pertandingan pelatihan

Spanyol : Morata gagal, gagal memanfaatkan momentum


Mental

Portugal : Durability Memulihkan tekanan & mencuri momentum

Spanyol : Kurang adaptif saat keunggulan lenyap


Faktor Individu

Portugal : Mendes, Neves, Ronaldo gemilang

Spanyol : Yamal terkendali, kurang menciptakan dampak.


Portugal pantas jadi juara kedua kalinya, sementara Spanyol perlu mengevaluasi adaptasi taktik dan integrasi pemain muda jika ingin kembali juara.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Victor Gyökeres ke MU? Ini 3 Alasannya Bisa Jadi Transfer Musim Panas!

PEKAN KE 7 LIGA PROFESSIONAL SAUDI : TOP SKOR DAN ASSIST SEMUA DISAPU BERSIH CRISTIANO RONALDO